Segala macam ilmu itu berada di tengah-tengah. Maka tak perlu goyang-goyang. Emangnya joged dangdut.


by Indi Sujawe on Friday, November 11, 2011 at 2:53pm

Seorang teman lama yang sudah 12 tahun menghilang nggak tau kemana rimbanya, kemarin malam datang ke gubuk kontrakan ku. Dulu kami sama-sama berburu ilmu perdukunan. Sambil ngopi - ngerokok dan ngobrol ngalor ngidul memperbincangkan kegiatan masing-masing selama berpisah. Berikut beberapa obrolan yang yang sempat ku rekam diingatan ku dan ku ceritakan kembali dengan versi ku.



Teman lama (Tml) : Gimana perkembangannya bang..??



Aku : Ya.. begini lah, seperti yang kau liat sendiri.



Tml : Aku liat abang udah mantap sekarang. Aku sendiri masih goyang-goyang bang. Siapa guru abang yang bisa bikin abang mantap begini..?? Kenalin aku bang. Biar aku nggak goyang-goyang lagi.



Aku : Diri sendiri.



Tml : Maksud abang..??



Aku : Tidak ada satu gurupun yang terbaik di bumi ini kecuali diri kita sendiri. Kita adalah guru dan sekaligus murid. Kita adalah ilmuan, dengan laboratorium dan kelinci percobaannya adalah diri kita sendiri.



12 tahun yang lalu kita berjalan beriringan bersama mencari ilmu supranatural. Dari satu guru ke guru lain, dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, ke hutan, ke gunung. Tapi apa yang kita dapati? Bahkan supranatural itu sendiri kita nggak tau artinya, nggak tau definisi yang tepat. Apa gunanya..??



Kita tidak mendapatkan apapun kecuali membuang waktu, umur dan uang dengan sia-sia. Karena yang kita cari hanyalah nafsu kita sendiri yang ingin dianggap sakti, ingin dianggap hebat. Lalu.. kita pun membuai angan-angan kita sendiri. Kita hanya merasa hebat dan merasa sakti padahal kita bukanlah apa-apa. Hingga kita sendiri tidak sadar bahwa kita hidup dalam dunia angan-angan yang dibentuk oleh fikiran kita sendiri. Memakai segala macam atribut dukun agar dianggap sakti. Mengatur bahasa sedemikian rupa agar dapat dianggap bijaksana. Memaksakan mind set kita pada orang lain karena kita merasa bahwa apa yang kita yakini adalah suatu kebenaran mutlak dan tidak dapat dipersalahkan lagi. Dan orang lain yang tidak sependapat dengan kita berarti ilmunya rendah dan kita anggap pemula. Padahal, kita yang bodoh inilah yang tidak tau apa-apa. Kalau kita mau jujur di dunia ini tidak ada yang mutlak bahkan pengetahuan kita sendiri.



Tml : Iya juga sih.. Lalu bagusnya menurut abang, aku harus bagaimana ni bang supaya aku nggak goyang-goyang lagi.



Aku : Ya jangan lagi kau bergoyang ke kiri, ke kanan, ke atas ataupun ke bawah. Tetap saja berada di tengah. Nggak usah goyang kemana-mana. Emangnya joged dangdut..??



Sebab semua ilmu apapun yang kau cari dan kau ingini berada di tengah. Jadi nggak perlu goyang-goyang dan joged-joged. Apa yang di tengah itu? Ya.. diri kau sendiri. Diri kau sendirilah yang berada di tengah. Dan tengahnya diri kau adalah intinya diri kau sendiri. Untuk dapat berada dalam intinya diri kau sendiri, tentu saja kau harus masuk ke dalam diri. Tak perlu goyang kemana-mana. Cukup di tengah-tengah saja.



Dan bukankah di tengah-tengah itu adalah keseimbangan? Keseimbangan itulah ma'rifat dan ilmu laduni yang selama ini kita cari. Maka semakin kau mendekati tengah-tengah, kau akan semakin seimbang, semakin balance. Maka tak perlulah goyang-goyang. Cukup di tengah-tengah saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar